Tampilkan postingan dengan label corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label corner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2015

Doakan mereka

Bismillah
Kata mereka, dakwah itu jalan panjang…
Kata mereka, membina itu sepanjang hidup…
Kata mereka, jalan ini penuh onak duri, lika liku, caci maki, dan deretan (yang terkesan) penderitaan..
Aku sepakat. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menikmatinya, bukan berarti lantas hati berduka dan terhimpit…
Sebab semua kata mereka itu untuk melapangkan hatimu akan hari esok J
Tetaplah bersama..
lantas menyisipkan mereka dalam do'a:)
#Menikmati titian perjalanan






LOVE YOU ALL :)

Jumat, 26 Desember 2014

bungkam

terlalu banyak kisah yang terjadi..
terkadang aku memilih bungkam..membiarkan hanya aku dan Engkau yang tau..akan dalam.a penyesalan ini.
terkadang aku memilih bungkam... sebab aku tau Engkau tau..
terkadang aku memilih bungkam..menunggu hatiku kembali, menaruh rasa percaya akan setiap kata yg pernah tumpah.
kini bungkam setia bersamaku..Bukan karna tak ada bahagia, bahagiaku..ku titip diantara gulita malam, dalam sujud mengharap ampunanNya..

Jumat, 16 Mei 2014

Serpih

sunyi dalam buta...aku meminta..
ya allah..maafkan hambaMu yang bodoh ini..
jangan Engkau tenggelamkan aku dalam kedzaliman diriku sendiri..
ya allah,,aku masih mencariMu,,disela pendar rembulan menembus kamar yang pekat...diantara kicau burung yang Kau firmankan... diantara keheningan dan keramaian...aku masih mencariMu..
mencari hadirMu,,mencari cintaMu,,dan mencari ampunanMu..
maafkan aku ya allah,,
aku (ingin) merinduMu..
anugerahi diri ini hati yaa fatah..
agar aku mampu membaca..
agar aku mampu melihat..
agar aku mampu mendengar..
agar aku mampu merasa..
ya Allah,,,teguhkan diri ini dalam kalimatMu..
tenangkan diri ini akan ketetapanMu..
lindungi diri ini dari kebodohanku..
dzolamna anfusana,,wa in lam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khosiriin,,

bimbing kami selalu menjemput cintaMu..dan teguhkan cintanya__Aamiin :'|

Rabu, 05 Februari 2014

sepatah sebelum lelap



Bismillah
06 februari 2014
10.18 pm
Alhamdulillah.. segala puji bagi allah yang menciptakan langit tanpa tiang,, yang mengumpulkan oksigen dalam atmosfer kita,,terima kasih yang tak mungkin berbatas atas anugerah hari ini,, pengelihatan, pendengaran, dan hati nurani..
Semoga Engkau senantiasa membimbing kami agar menjadi hambaMu yang pandai bersyukur..
Aku memutuskan untuk memperbaiki hubunganku dengan Sang Kekasih yang Maha Lembut…
Kian lama hati ini tak bernyawa,,betapa keroposnya melihat iman ini yang tereduksi dengan sikapku sendiri. Setelah sekian banyak kejadian yg menjauhkanku dari kelembutanNya...faza_harusnya kau mampu menjadi HambaNya yang beruntung…
Aku tak ingin muluk-muluk begitu jauh memikirkan banyak hal,,sebab rasanya aku masih begitu jauh untuk melaksanakan peranku di muka bumi ini..
Masih sangat banyak sekali manusia2 mulia dimuka bumi ini yang memerdekakan pendritaan dlm hati manusia..yg membebaskan kebodohan dan kelemahan dalam jiwa manusia..masih sangaaaat banyak manusia2 lain yang beramal lebih keras dari aku untuk kebangkitan umat ini,,
Dan aku,, hanya pernah berdoa untuk menjadi bagian dari bangunan besar peradaban itu_ Peradaban yang Mulia. Terserah padaNya hendak menempatkanku dibagian mana,,aku tak peduli,, aku hanya berharap DIA ridho dengan yang aku perbuat.. toh kelak hisab kita pun sendiri-sendiri..so fight as you can..
Ya Allah,,izinkan aku jatuh cinta untuk kedua kalinya padaMu..

Minggu, 23 September 2012

rindumu

aku mengerti rasa sepi yang sedang membenalu hatimu...tentang kesendirian yang semakin menyeruak ruang kamarmu..tentang rindu yang bersandar nyaman dihatimu..dan kau tak pernah tampakkan itu.tapi aku rasa.
aku mengerti waktu yang kian melaju membuatmu terdampar dalam sebuah dimensi baru..menghantarkan tiap detik pada ketiadaan..bahwa kini tak lagi sama.
aku mengerti mama..beda yang kau rasa,,satu demi satu pasti akan pergi..dan pasti kembali..dalam waktu yang tak pernah kita fahami..semua terserah allah..
aku mengerti mama..selalu ada bagian do'a yang kau panjatkan untuk aku dan saudara-saudaraku..selalu ada rasa yang kau korbankan atas rindu yang mencekik...
tapi tau kah kau mama?
meski rasa sepi subur suatu ketika dalam hatimu..percayalah rasa cinta kami padamu pun kian subur di hati kami..
this is more than love..miss you mom.
#sendiridikamar

Jumat, 09 Maret 2012

merindukan mereka

Angin sore itu menyimpan pesan masa lalu...terpanya yang kencang ikut menerbangkan ingatanku menuju beberapa masa silam. Angin itu pun membawa kabar kerinduan.. dan menerbangkan kekhawatiranku akan setiap unit yang terdivergen..waly one and only.



Hujanpun tak lalai menemani angin petang ini, ikut membasahi hati yang kian gersang karna waktu..menyadari banyak hal yang terabaikan cukup meresahkan diri..sejauh ini berjalan, membuka mata hati untuk bersiap siaga menerima isyarat selanjutnya..selalu ada rantai dalam setiap episode yang ku lalui . apa kabar kawan? Hal itu yang kian menyeruak ruang hati..selalu tentang mereka.. karna aku tak pernah ingin mereka menepi karena kesemuan dunia.. ya allah jaga mereka dalam naunganMu, beri mereka hikmah dan pelajaran serta hati yang lembut menerima islam..

Minggu, 12 Februari 2012

As far..

Hujan tak kunjung usai, sejak senja hadir mengisi haknya di hari ini, hujan enggan angkat kaki dari kota ini... bukan hal buruk bagiku. Sama sekali bukan itu,,, bagiku hujan menyimpan makna yang tak berbilang. Ibarat kau menghitung setiap tetesannya yang terus menembus apapun yang menghadangnya.
Hanya saja manusia terkadang melalaikannya,
Taukah yang membuat manusia beriman? Karna ilmu. Sekali lagi I-L-M-U. Hmmm hampir bisa dikatakan tingkat keimanan seseorang dari ilmu yang dimilikinya. Walau tidak seratus persen benar dari sana, tapi nisa dikatakan sebagai salah satu indikatorlaah...
Ada pepatah yang mengatakan orang-orang beriman celaka jika dia tidak berilmu. Orang-orang berilmu pun celaka jika ia tak beramal. Dan orang-orang yang beramal pun akan celaka jika ia tidak ikhla,, begitu allah benar-benar teliti menghisab diri kita...

Kemarin waktu upgrading ada pembicara yang menyampaikan bahwa sekecil apapun amanah membutuhkan pundak-pundak yang tepat untuk menopangnya.. dan allah tidak akan jadikan orang-orang yang tak mampu menopang semua itu pada orang yang salah.. dan kau?aku? sebagai bukti dihari nanti bahwa allah tak pernah salah. Sepertinya aku harus tunaikan hak tubuh ini untuk istirahat... ya allah jadikan segala sesuatu yang ku lakukan menjadi ibadah disisi engkau ya rahmaan...

Kamis, 19 Januari 2012

i found it

Dari liburan bermula, aku mencoba mencari ‘sesuatu’ yang tak bisa ku sebutkan disini. Semua sedah berjalan 1 minggu. Aku mencari ke semua tempat. Buku, pengalama, diskusi, alam, dan semuanya tak ku temukan setitik harapan dalam pencarianku sedeng waktu semakin dekat tuk mengakhiri liburanku. Dan kini aku sedikit mengerti, ini akan menjadi proses panjang. Aku baru menemukan tepinya. Ya. Dan itu ku temykan dalam diriku sendiri. Tak perlu jauh-jauh ternyata ia berada  disini. Dalam diri ini. Walau tak seutuhnya teka-teki ini terpecahkan. Tapi aku yakin suatu saat akan ada jawaban atas semua tanya.

Rabu, 18 Januari 2012

Apa kabar kawan?

Bismillah.
Kala itu hari masih terang. Rasanya hidup masih ditemani gelak tawa saudara-saudaraku, begitu aku mencoba anggap mereka walau tak sejatinya saudara kandung, tapi kami adalah muslim, ya, hari itu kami, bersepuluh tepatnya, berjalan dibawah langit menyusuri luasnya ermadani alam tanpa arah yang pasti. Mengikuti jejak-jejak yang telah tercipta oleh pelangkah mula. Kau tau? Belum pernah ku jelajahi hamparan hijau seindah itu. Petani ramah yang bertebaran, terpaan angin yang bersahabat, arus sungai yang membuat melodi menemani telinga kami siang itu,, mungkin masih banyak keindahanNya yang luput dari pandangan. Dan langkah kami terhenti di sebuah saung bambu kecil, yang hanya mampu dimuat 6 orang petani. Biarlah saung ini kami ‘pinjam’ tuk membuat janji itu.
Aku tak tau persisnya ini adalah pertengahan atau awal persaudaaan kami. Terlepas dari itu, sebenarnya aku hanya mencari hakikat persaudaraan itu sendiri. Dulu aku tak sampai akal mengapa ada manusia-manusia malaikat?manusia-manusia yang begitu rela berkorban demi orang lain. Memang tak lain aku hanya seorang apatis_dulu. Bahkan tak jarang teman-temanku geram dengan sikapku yang acuh hingga sebutan ‘tak peka’ sering disematkan. Apa artinya itu semua bagiku?? Toh aku tidak peduli. Dan kalau ku ceritakan detailnya ‘perjalanan’ masa itu, rasanya lembaran ini tak akan jelas dimana berujung. Jadi untuk memperingkasnya anggap saja aku telah sedikit mampu memaknai kebersamaan itu. Mungkin disela-sela berikutnya akan ku ceritakan.
Janji itu. Ya tentang sebuah janji yang kami kalungkan pada leher kami. Janji itu harus terjadi karna satu hal, aku tak mau mereka salah memilih jalan hidup, aku tak mau mereka jauh dariNya, aku tak ingin hal-hal yang ambigu itu terjadi pada mereka. Aku hanya mengikuti apa yang dibisikkan hati ini. Sebab aku percaya apapun itu ia selalu menyuarakan kebenaran. Kegamangan itu yang aku dan salah seorang dari kamu, sebut saja dia nabil, rasakan selama hampir 3 tahun kami hidup bersama, menghirup udara yang sama, dan menggigit ilmu bersama. Agaknya masih kurasa ganjil dari kebersamaan yang ku jalani. Saat sebuah amanah besar yang allah titipkan di pundakku dan pundak nabil. Dan kau tau? Terkadang kami rasa mereka menjadi  orang pertama yang menentang kami walau berdiri di belakang, meski tak seutuhnya dari mereka. Begitu yang kurasa saat itu_yang kini ku tau bahwa ini adalah bagian dari kelalaianku.
“ kita janji untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, bersatu dalam kebaikan, dan kita ga akan pacaran sampai saatnya tiba” begitulah kurang lebih garis besar dari ikrar kami. Sebab saat itu aku tau diantara kami ada yang menjalin hubungan yang allah benci itu. Waktu terus bergulir mengajariku tuk semakin mencintai persaudaraan ini yang saat itu masih ku cari maknanya. Kami saling mengingatkan tuk menyetorkan al-qur’an, kami bergandengan tuk saling menguatkan, kami melawan goncangan eksternal yang kokoh menghantam.. tak jarang kami jatuh dan sakit. Namun, karna adanya kau disisi selalu jadi penawar hati. Saat itu aku sadari betapa pentingnya kebersamaan. Dengan bersama kau akan menjadi lebih kuat.
Dan lagi-lagi waktu yang selalu mengambil peran di sini, 5 mei 2011 kami harus angkat kaki dari tempat pertemuan kami pertama kalinya ya. Saatnya untuk pergi, menjemput takdir terbaik masing-masing dari kami. Selalu ku harapkan kebaikan bagi setiap langkah mereka. “ ya allah pertemukan kami suatu saat nanti di tempat dan waktu terbaikMu dalam keadaan yang lebih baik dari hari ini..” begitu pintaku padaNya walau tak ku ungkap. Yayaya,,, dan hidup terus berlanjut, ‘menikmati’ rasa damai yang tertinggal di tempat itu.
Kini sudah hampir 6 bulan kita tak pernah bertemu seutuhnya kembali, kau dengan hidupmu dan aku dengan hidupku. TIDAK! Bukan seperti itu hakikatnya persaudaraan, kau akan tetap memiliki posisi di hati ini sampai kapan pun, karena persaudaraan tak mengenal masa dan rentang jarak. Selama waktu itu tak jarang ku menghadirkan wajah-wajahmu dlm robithohku, memnuhi ruang di otakku tuk tanyakan kabarmu hari ini kemarin dan yang akan datang, tentang kabar hatimu, tentang kabar akademikmu, tentang temanmu kini, tentang semuanya_hidupmu yanng baru. Dan terakhir ku dengar kabarmu sedang ‘sakit’ kawan,, penyakit terganas yang pernah ada, yang kau sendiri tak menyadarinya bahwa penyakit itu mulai menggrogoti sikapmu, tuturmu, dan bahkan hatimu. Bagiku rasanya seperti sebuah luka hati.

Ternyata aku benar-benar lalai terhadapmu, walau pernah sesekali ku kirimkan pesan-pesan tuk hadirkan ingatanmu tentang hari itu. Namun kabar itu bagiku cukup menyakitkan, setara dengan dikhianati. Aku salah terlalu berbaik sangka. Menerka bahwa kau cukup faham tuk jalani semua. Biar bagaimanapun ketahulah,,tak pernah ku sisihkan celah kebencian untukmu saudari-saudariku,, tak pernah sepotong pun bagianmu yang ku benci. Mungkin butuh waktu tuk perbaiki semua kembali.. tuk merenofasi hubungan kita denganNya, agar sejati, agar abadi, agar kekal selamanya. Aku percaya hari itu telah allah siapkan, untuk sebuah pertemuan diwaktu tempat dan keadaan terbaik. Kalaulah tangan dan mataku terbatas, aku percaya allah selalu ada untukmu sobat. Uhibbukunn fillah

pertemuan itu

“lagi muter memori kelas 3 aliyah. Waktu itu ane lagi dieemm aja sepanjang acara diatas math’am, suasana hati lagi nggak enak. Sampe selesai acara, ane masih duduk,diem. Pokoknya Cuma diem. Dan tiba-tiba ada yang nyamper ane, ngasih coklat, dan ada tulisannya:” babeh, jangan bete lagi ya..”. ya allah, nggak kuat, ane langsung nagis kejer,. Bukan apa-apa tapi karna perhatiannya disaat ane emang lagi ngga enak hati, jarang yang bisa nebak apa yang lagi ane rasain. Jazakillah khoiron jaza ArdeliaFaza..ane selalu inget karna Cuma ada satu moment satu ini.”
Dia affifah azzahra, sosok luar biasa yang allah gariskan pertemuannya untukku_dan juga untuknya.

Bedanya denganku, ia menjadi masyarakat hk kurang lebih 4 tahun yang lalu. Dan aku? Sejak kakiku melangkah keluar sekolah dasar. Aku tak pernah berencana sedikitpun tuk hidup menghirup udara pesantren, ternyata allah maha membolak balikkan hati manusia. Dan DIA lebih tau yang terbaik untukku dan juga untuknya. Kami sama2 berasal dari depok, lucunyapertemuan itu harus terjadi di tanah orang_kuningan. Biarlah takdir yang bicara masalah pertemuan itu, yang jelas aku banyak belajar darinya. Dari hidupnya, dari tanggung jawabnya, dari kedewasaannya, dari kebijaksanaannya, dari kesederhanaannya. Kau tau? Dia manusia tegar yang ku temukan di abad iniJ. Memang agak sedikit berlebihan menyebut  abad ini, biarlah itu menjadi terjemahan luar biasanya ia. Biar di tengah masalah yang menggulung harinya pun, senyum diwajahnya tak surut. Ia tak pernah tampakkan kesulitannya. Mungkin baginya mengeluhpun tak akan menghasilkan apa-apa. Walaupun hatinya tersakiti, ia selalu mampu membalutnya kembali dengan caranya sendiri. Dia manusia luar biasa J andai kau mengenalnya lebih jauh, ribuan makna tertimbun didalamnya. Bagiku pertemuan dengan siapapun tak pernah sia-sia..itu semua semata-mata karna ada tinta yang tergores diatas sana.

apa kabar kawan?

Bismillah.
Kala itu hari masih terang. Rasanya hidup masih ditemani gelak tawa saudara-saudaraku, begitu aku mencoba anggap mereka walau tak sejatinya saudara kandung, tapi kami adalah muslim, ya, hari itu kami, bersepuluh tepatnya, berjalan dibawah langit menyusuri luasnya ermadani alam tanpa arah yang pasti. Mengikuti jejak-jejak yang telah tercipta oleh pelangkah mula. Kau tau? Belum pernah ku jelajahi hamparan hijau seindah itu. Petani ramah yang bertebaran, terpaan angin yang bersahabat, arus sungai yang membuat melodi menemani telinga kami siang itu,, mungkin masih banyak keindahanNya yang luput dari pandangan. Dan langkah kami terhenti di sebuah saung bambu kecil, yang hanya mampu dimuat 6 orang petani. Biarlah saung ini kami ‘pinjam’ tuk membuat janji itu.
Aku tak tau persisnya ini adalah pertengahan atau awal persaudaaan kami. Terlepas dari itu, sebenarnya aku hanya mencari hakikat persaudaraan itu sendiri. Dulu aku tak sampai akal mengapa ada manusia-manusia malaikat?manusia-manusia yang begitu rela berkorban demi orang lain. Memang tak lain aku hanya seorang apatis_dulu. Bahkan tak jarang teman-temanku geram dengan sikapku yang acuh hingga sebutan ‘tak peka’ sering disematkan. Apa artinya itu semua bagiku?? Toh aku tidak peduli. Dan kalau ku ceritakan detailnya ‘perjalanan’ masa itu, rasanya lembaran ini tak akan jelas dimana berujung. Jadi untuk memperingkasnya anggap saja aku telah sedikit mampu memaknai kebersamaan itu. Mungkin disela-sela berikutnya akan ku ceritakan.
Janji itu. Ya tentang sebuah janji yang kami kalungkan pada leher kami. Janji itu harus terjadi karna satu hal, aku tak mau mereka salah memilih jalan hidup, aku tak mau mereka jauh dariNya, aku tak ingin hal-hal yang ambigu itu terjadi pada mereka. Aku hanya mengikuti apa yang dibisikkan hati ini. Sebab aku percaya apapun itu ia selalu menyuarakan kebenaran. Kegamangan itu yang aku dan salah seorang dari kamu, sebut saja dia nabil, rasakan selama hampir 3 tahun kami hidup bersama, menghirup udara yang sama, dan menggigit ilmu bersama. Agaknya masih kurasa ganjil dari kebersamaan yang ku jalani. Saat sebuah amanah besar yang allah titipkan di pundakku dan pundak nabil. Dan kau tau? Terkadang kami rasa mereka menjadi  orang pertama yang menentang kami walau berdiri di belakang, meski tak seutuhnya dari mereka. Begitu yang kurasa saat itu_yang kini ku tau bahwa ini adalah bagian dari kelalaianku.
“ kita janji untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, bersatu dalam kebaikan, dan kita ga akan pacaran sampai saatnya tiba” begitulah kurang lebih garis besar dari ikrar kami. Sebab saat itu aku tau diantara kami ada yang menjalin hubungan yang allah benci itu. Waktu terus bergulir mengajariku tuk semakin mencintai persaudaraan ini yang saat itu masih ku cari maknanya. Kami saling mengingatkan tuk menyetorkan al-qur’an, kami bergandengan tuk saling menguatkan, kami melawan goncangan eksternal yang kokoh menghantam.. tak jarang kami jatuh dan sakit. Namun, karna adanya kau disisi selalu jadi penawar hati. Saat itu aku sadari betapa pentingnya kebersamaan. Dengan bersama kau akan menjadi lebih kuat.
Dan lagi-lagi waktu yang selalu mengambil peran di sini, 5 mei 2011 kami harus angkat kaki dari tempat pertemuan kami pertama kalinya ya. Saatnya untuk pergi, menjemput takdir terbaik masing-masing dari kami. Selalu ku harapkan kebaikan bagi setiap langkah mereka. “ ya allah pertemukan kami suatu saat nanti di tempat dan waktu terbaikMu dalam keadaan yang lebih baik dari hari ini..” begitu pintaku padaNya walau tak ku ungkap. Yayaya,,, dan hidup terus berlanjut, ‘menikmati’ rasa damai yang tertinggal di tempat itu.
Kini sudah hampir 6 bulan kita tak pernah bertemu seutuhnya kembali, kau dengan hidupmu dan aku dengan hidupku. TIDAK! Bukan seperti itu hakikatnya persaudaraan, kau akan tetap memiliki posisi di hati ini sampai kapan pun, karena persaudaraan tak mengenal masa dan rentang jarak. Selama waktu itu tak jarang ku menghadirkan wajah-wajahmu dlm robithohku, memnuhi ruang di otakku tuk tanyakan kabarmu hari ini kemarin dan yang akan datang, tentang kabar hatimu, tentang kabar akademikmu, tentang temanmu kini, tentang semuanya_hidupmu yanng baru. Dan terakhir ku dengar kabarmu sedang ‘sakit’ kawan,, penyakit terganas yang pernah ada, yang kau sendiri tak menyadarinya bahwa penyakit itu mulai menggrogoti sikapmu, tuturmu, dan bahkan hatimu. Bagiku rasanya seperti sebuah luka hati.

Ternyata aku benar-benar lalai terhadapmu, walau pernah sesekali ku kirimkan pesan-pesan tuk hadirkan ingatanmu tentang hari itu. Namun kabar itu bagiku cukup menyakitkan, setara dengan dikhianati. Aku salah terlalu berbaik sangka. Menerka bahwa kau cukup faham tuk jalani semua. Biar bagaimanapun ketahulah,,tak pernah ku sisihkan celah kebencian untukmu saudari-saudariku,, tak pernah sepotong pun bagianmu yang ku benci. Mungkin butuh waktu tuk perbaiki semua kembali.. tuk merenofasi hubungan kita denganNya, agar sejati, agar abadi, agar kekal selamanya. Aku percaya hari itu telah allah siapkan, untuk sebuah pertemuan diwaktu tempat dan keadaan terbaik. Kalaulah tangan dan mataku terbatas, aku percaya allah selalu ada untukmu sobat. Uhibbukunn fillah